Semua Kabupaten/Kota di Jambi Batalkan Tes CPNS dan PPPK Tahun Ini

Ilustrasi. Ratusan peserta saat tes CPNS.

 

JAMBIHARIINI.COM, JAMBI– Semua daerah kabupaten/kota se-provinsi Jambi membatalkan penerimaan CPNS tahun ini. Pendaftaran CPNS dan  Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dibuka pada tahun depan.

Kabid Pengadaan, Kepangkatan, Mutasi dan Pensiun (PKMP) BKPSDM Kerinci dikonfirmasi Jambihariini.com, Selasa (29/06/2021) membenarkan. Dia bilang ini sudah keputusan bersama semua daerah di Jambi.

iyo..semua kabupaten kota (menunda tes CPNS dan PPPK), dibuka tahun depan, ” katanya

Informasi yang dihimpun penundaan ini sesuai dengan keputusan bersama seluruh sekda kabupaten kota se-Provinsi Jambi, lewat rapat bersama di ruang Sekda Provinsi Jambi, terkait finalisasi penundaan CPNS dan P3K, Senin (28/6).

Sekda Provinsi Jambi, Sudirman mengatakan, seluruh wilayah dipastikan menunda pelaksanaan CPNS dan P3K tahun ini. Seleksi rencananya akan dilaksanakan pada tahun depan, dengan beberapa catatan penting.

Sementara untuk Kabupaten Muarojambi, masih belum memberikan kepastian. Belum ada informasi tertulis dari kepala daerahnya. Sementara Kabupaten Tanjab Barat tak bisa mengikuti P3K, karena harus menyelesaikan persyaratan tahun lalu.

Lanjutnya, pelaksanaan mendatang pun harus dilakukan dengan rasional, atau sesuai dengan kebutuhan dari tiap pemda. “Tak bisa kita melakukan sekaligus, karena beban anggaran yang cukup besar,” tambahnya.

Kata dia, untuk 900 formasi dalam pelaksanaan P3K sendiri, sedikitnya membutuhkan anggaran sebesar Rp 50 miliar. “Pemda tak mampu, apalagi sekarang ada anggaran yang direfocusing,” sebutnya.

Menurutnya, penundaan CPNS dan P3K sendiri bukan berarti dibatalkan, akan tetapi ditunda dan dilaksanakan di tahun mendatang. Dengan ini, Pemprov Jambi dan semua kepala daerah akan berkirim surat pemberitahuan ke Kemenpan RB terkait penundaan ini. Jika tak berkirim surat, dianggap tetap melaksankan.

Sementara, Pemprov Jambi yang telah mengalokasikan anggaran untuk pelaksanaan CPNS dan P3K, nantinya akan dialihkan ke kegiatan lainnya. Agar tak muncul Silpa.

“Ini nanti akan diubah pada APBD perubahan yang akan dilakukan pada September mendatang,” jelasnya. Kata Sudirman, kegiatan lainnya yang tak bisa jalan akibat Covid-19 ini yang terkendala pada anggaran, maka akan dialokasikan, sehingga program dan pembangunan di Pemprov Jambi tetap jalan.

Diketahui sebelumnya, kabupaten kota tersebut meminta Pemprov Jambi agar diteruskan ke pemerintah pusat, untuk menunda pelaksanaan penerimaan CPNS. Ini disebabkan ketidakmampuan anggaran di setiap daerah.

Awalnya, penyelenggaraan dibiayai pemerintah pusat. Kenyataannya, pemerintah pusat memberi kebijakan, semua anggaran ditanggung oleh pemda masing-masing. “Jadi ini merupakan satu kesatuan, kalau P3K tidak dilaksanakan, maka CPNS juga tidak dilaksanakan, tidak bisa memilih salah satu,” tandasnya. (*)

Editor: Hendri Dede

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here