Pengerjaan Proyek Normalisasi Danau Kerinci dan Embung Jadi Sorotan

JAMBIHARIINI,KERINCI – Pengerjaan proyek pembangunan inlet normalisasi Danau Kerinci dan proyek embung oleh BWS VI Sumatera Jambi menjadi sorotan masyarakat. Pengerjaan proyek yang dikerjakan PT Bangun Yodya Persada selaku pemenang kontrak diduga banyak kejanggalan.

Menurut sumber mengatakan di lokasi proyek senilai Rp 17 miliar ini tidak ada papan nama nilai proyek maupun batas waktu pengerjaan.

Proyek normalisasi sungai juga disebut tidak ada kajian terlebih dahulu dampaknya. Sehingga akan berdampak lingkungan sekitar serta akan merusak eskosistem wisata danau Kerinci yakni destinasi pulau kelelawar. “Ini belum ada kajian yang matang. Karena lokasi dekat wisata alam danau Kerinci. Apakah sudah ada kajian melalui dinas lingkungan hidup terlebih dahulu, ” Kata sumber

“Kami minta pengerjaan normalisasi semua dihentikan sementara. Karena tidak besar mamfaatnya bagi warga Kerinci, ” katanya.

Sementara itu menurut salah seorang warga, akibat proyek embung tersebut banyak lahan dan sawah petani yang tertimbun. Sehingga warga merasa proyek tersebut tidak tepat. “Disekitar sungai banyak sawah. Jadi akibat embung sejumlah lahan dan sawah ikut tertimbun, ” kata Adi salah seorang warga Danau Kerinci.

Dengan aktifitas ini warga tidak bisa memanfaatkan lagi lahan dan sawah mereka. “Kami minta kontraktor dan pihak balai bertanggungjawab atas hal ini, ” kata warga.

Sementara itu pihak balai BWS VI jambi belum memberikan tanggapan. Demikian juga dengan pihak kontraktor pelaksana hingga berita ini dinaikkan belum ada jawaban. (Ham)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here