Kemendagri Undang Bupati Kerinci Jadi Narasumber Terkait Pemberdayaan Kopi Kerjasama Dengan Rikolto

Kemendagri Undang Bupati Kerinci Jadi Narasumber Terkait Pemberdayaan Kopi Kerjasama Dengan Rikolto

Jambihariini,kerinci – Suatu prestasi yang membanggakan bagi masyarakat Kabupaten Kerinci saat ini, terutama bagi petani Kopi dan Kayu Manis. Pasalnya, Kopi dan Kayu Manis Kerinci akan terus dikenal hingga mendunia.

Bagaimana tidak, hal tersebut terbukti dengan, orang nomor Satu di Bumi Sekepal Tanah Surga ini, diminta oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Pusat Fasilitasi Kerjasama, berbagi pengalaman dengan kepala daerah dan pejabat terkait terutama menyangkut pengelolaan ekspor kopi dan kulit manis.

Bupati Kerinci, Adirozal, dikonfirmasi mengakui bahwa beberapa Minggu yang lalu dirinya telah menerima undangan dari Kemendagri untuk kesiapannya untuk tampil pada kegiatan tersebut pada Kamis (19/5) di Jakarta. Hal itu sesuai dengan surat yang ditandatangani Kepala Pusat Fasilitasi Kerjasama Kemendagri Dr. Heriyandi Roni. nomor 005/485/FK/O1 tanggal 11 Mei 2022.

“Insya Allah, kami telah mempersiapkan diri untuk mempresentasikan praktik cerdas kerjasama Pemkab Kerinci dengan Rikolto, terkait dengan fasilitasi ekspor kopi dan kulit kayu manis ke Eropa,” ujar Bupati Kerinci, Adirozal.

Menurutnya, melalui kerjasama fasilitasi ekspor, sejak Tiga Tahun belakangan pihaknya telah berhasil secara rutin melakukan ekspor kopi dan kulit kayu manis ke Eropa. Itu artinya, upaya meningkatkan kesejahteraan petani melalui peningkatan pendapatan semakin konkret.

Adi menjelaskan, selain kiat merajut kerjasama ekspor, dia juga akan menceritakan pengalaman Pemkab Kerinci dalam mengembangkan budidaya kopi dengan menggunakan model Payment Ecosystem Service (PES). Saat ini jelasnya, ekspor kopi dan kulit kayu manis sudah rutin dilakukan ke Belgia, Arab Saudi, Inggris, Amerika Serikat, Jepang, Korea, dan Tiongkok. Ekspor perdana sebanyak 15 ton kopi ke Belgia dilakukan pada awal 2019 silam, melalui Koperasi Tani Kerinci Barokah dengan merek Kopi Arabika Koerinji.

Untuk pengembangan kopi berkualitas tinggi menurutnya, 133.724.67 hektar dari 332.814 hektar lahan yang tersedia telah dimanfaatkan untuk pengembangan kopi arabika. Untuk perluasan kopi arabika sejak Dua tahun terakhir, sudah disalurkan bibit pada petani sebanyak 130 Ribu batang.

“Pemerintah daerah juga melakukan diversifikasi kopi dan tanaman lain pada areal seluas 21 hektar, sedangkan pengembangan seluas 536 hektar,” jelasnya.

Kopi Arabika Koerintji telah berhasil menjadi juara pada berbagai kontes berskala nasional dan Internasional, di antaranya Juara 1 Spcasialti di Semarang. mengikuti Iven Jakarta Coffe, mendapat penghargaan AVPA pada pameran yang diikuti di Paris, dan lain-lain.

Sesuai misi Pemerintah Kabupaten Kerinci tahun 2019 – 2024, di antaranya meningkatkan pengelolaan lingkungan dan pengembangan komoditas lokal berbasis tata ruang. “Jadi budidaya kopi dan kulit manis sangat cocok dikembangkan di Kerinci.” ucapnya.

Untukitu, mantan Wakil Wali Kota Padang Panjang ini berharap dengan seluruh masyarakat Kabupaten Kerinci untuk mendoakan dirinya, agar sukses dalam membagikan pengalaman dalam mengelola Kopi dan Kayu Manis kepada Daerah lainnya, agar Kopi dan Kayu Manis Kerinci semakin dikenal baik Dalam Negri maupun Luar negri.(hambali)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here