Doni : Kualitas Guru akar masalah pendidikan di Jambi

 

Kuala Lumpur — permasalahan guru di indonesia selalu menjadi problematika yang sering dihadapi oleh tenaga pendidik. Kurangnya pengalaman dan kompetensi guru membuat kualitas pendidikan menjadi menurun.

Doni Ropawandi yang merupakan mahasiswa doctoral National University of Malaysia yang khusus meneliti tentang pendidikan berbasis Augmented Reality bependapat bahwa Jambi perlu melatih banyak guru dan dosen keluar negeri.

Yang menjadi akar masalah pendidikan di Indonesia khusus provinsi jambi adalah kurangnya perhatian peningkatan kualitas guru sehingga langkah pendidikan kita menjadi sedikit terhambat”

temuan terungkap dari hasil penelitiannya yang menyatakan bahwa dari 900 responden yang diteliti, sebanyak 55persen di antaranya memiliki indeks kualitas guru yang rendah atau dibawah kemampuan dalam menghandle komptensi pelajar sehingga hal ini dapat menghambat laju pendidikan di provinsi jambi.

Menurut Doni, ada dua akar madalah Pertama, pembelajaran tidak tuntas. Kedua, gurunya tidak kompeten.

Dikatakan doni, faktor kompetensi guru menjadi sorotan dalam peneltianya ini. Sebab, sebaik apapun metode yang digunakan, keberhasilan pendidikan dan siswa dikelas sangat tergantung pada kompetensi guru.

“Kualitas guru adalah salah satu hal yang menjadi instrument yang niscaya dapat dilakukan. Sertifikasi setidaknya bisa menjamin standar kompetensi guru dalam mencapai tujuan pendidikan,” tegasnya

Kemungkinan langkah yang bisa dilakukan adalah mengirim guru ke luar negeri untuk mendapat short course untuk peningkatan kualitas guru

“Mungkin pemprov jambi atau pemerintah kabupaten/kota dapat mengirimkan guru ke malaysia seperti ke UTM Space (CenT-TI) karena mereka punya standar tinggi dan konsen yang mendalam mengenai kualitas guru terutama berkaitan trend HOT/KBTT”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here