Akan Tutup TPA di RKE Sehari Setelah Dilantik, Ini Solusi dari FIYOS Terkait Sampah

 

JAMBI– Pasangan Calon Walikota Sungai Penuh dan Wakil Walikota Sungai Penuh, Fikar dan Yos Adrino ternyata telah menyiapkan strategi khusus dalam mengatasi permasalahan sampah di Kota Sungai Penuh.

Bahkan, Calon Walikota Sungai Penuh, Fikar Azami dengan tegas memastikan satu hari setelah dilantik jadi Walikota dan Wakil Walikota Sungai Penuh nantinya, permasalahan sampah di RKE sudah diselesaikannya.

“Masalah sampah cukup mengganggu di Kota Sungai Penuh, kita sudah punya strategi pengelolaannya. Kita pastikan satu hari setelah dilantik nanti TPA di RKE sudah ditutup,”ungkapnya.

Dikatakannya, saat ini distribusi sampah di sungai penuh cukup besar, yakni 57 ton sehari. Untuk itu strategi pihaknya yakni mengalokasikan tempat penampungan terpadu. Dimana saat menjabat Ketua DPRD Sungai Penuh, pihaknya pernah ikut mengadakan tanah di Kilometer 14 bahkan sudah beli tanah, namun terjadi kendala. Tanah yang sudah dibeli diklaim tanah adat.

“Namun, prosesnya tetap kita lanjutkan. Sesuai perintah Kementerian Kehutanan mendapatkan izin, dan telah mengantongi izin amdal bahkan mendapat izin dari menteri LHK. Maka tempat pembuangan terpadu secara regional bersama dengan kabupaten kerinci telah ditetapkan di Kilometer 14.

“Kedepan nanti tinggal koordinasi kita dengan Pemerintah Kabupaten Kerinci, sehingga Tempat pembuangan sampah terpadu di Kilometer 14 menjadi TPA bersama dengan Kabupaten Kerinci. Kita janjikan setelah sehari dilantik TPA RKE ditutup,” terangnya.

Dijelaskannta, Janji untuk menutup TPA di RKE setelah sehari dilantik jadi walikota dan Wakil Walikota Sungai Penuh bukan sembarangan dikeluarkan pihaknya. Dirinya berbicara berdasarkan data, Dimana sejauh ini Kota Sungai Penuh sudah mendapatkan izin menggunakan TPA di kilometer 14. Bahkan, masih berdasarkan data keputusan menutup RKE telah diputuskan Pemerintah kota dan DPRD saat ini.

“Selain itu, kita juga punya beberapa program, diantaranya menghidupkam bank sampah. Dimana masyarakat membawa sampah ke bank sampah diberikan insentif, Bank sampah akan jadi menjadi terminal sampah untuk diangkut ke TPA,” sebutnya

“Kita juga akan mengadakan satu motor sampah untuk satu desa dan satu kelurahan, agar bisa mengangkut sampah ke TPA di Kilometer 14 nantinya,” tegasnya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here